Arigatou sudah mau menyempatkan untuk melihatnya. Blog ini adalah bagian dari upaya untuk saling berbagi dan juga berdiskusi saya kepada semua orang.
Kamis, 01 Maret 2012
5 minuman Sehat pengganti Air putih
Kelelahan terkadang membuat tubuh mengalami dehidrasi. Meneguk segelas air putih bisa menjadi cara terbaik untuk menghidrasi tubuh. Sayangnya, tidak semua orang menyukai minum air putih. Tak jarang, orang lebih memilih minuman manis atau berelektrolit yang dipercaya mampu mengembalikan ion tubuh yang hilang dan mencegah dehidrasi.
Namun, sebaiknya Anda tidak mengonsumsi minuman tersebut. Seperti dilansir Boldsky, Senin (27/2), ada beberapa minuman pengganti air putih yang baik ketika dehidrasi melanda.
Air Kelapa
Air kelapa muda merupakan alternatif mengatasi dehidrasi terbaik bagi tubuh dan sangat aman untuk dikonsumsi sepanjang hari. Air kelapa juga banyak mengandung berbagai mineral baik, seperti kalium, kalsium, natrium, belerang, fosfor dan klorida.
Minuman ini juga bermanfaat sebagai diuretik, yaitu sangat efektif untuk memperlancar pengeluaran air seni, diare dan heart burn. Selain itu, air kelapa juga tidak mengandung kolesterol dan rendah lemak, sehingga lebih bernutrisi jika dibandingkan dengan susu.
Buttermilk
Buttermilk merupakan susu sisa setelah lemak diangkat dari susu kental. Susu sisa ini sangat dianjurkan bagi penderita gangguan lambung, karena susu ini bekerja untuk menetralkan asam yang dikeluarkan oleh lambung dan mendinginkan perut. Selain itu, buttermilk merupakan sumber kalsium, riboflavin, dan vitamin.
Kandungan asam dari buttermilk juga melawan bakteri dan kuman. Untuk mengontrol diare, cobalah minum buttermilk dipadukan dengan sedikit garam, tiga hingga empat kali sehari.
Jus dari Buah-buahan Citrus
Segelas jus lemon yang segar atau kemasan merupakan cara terbaik untuk mendapatkan energi secara instan. Minuman ini juga mengandung banyak vitamin dan antioksidan yang dapat menyegarkan tubuh yang lelah.
Sup
Sup hangat setiap hari menjadi cara tersehat untuk mengembalikan cairan dalam tubuh. Makanan ini juga mengandung vitamin komplit, mineral dan pembangkit energi. Sayuran rebus yang terdapat didalamnya juga memiliki nilai gizi yang tinggi dan dapat mengenyangkan perut.
Popsicles
Popsicles merupakan air jus yang dibekukan dan bisa dijadikan alternatif terbaik sebagai pengganti air. Di dalam es krim terkandung 60-65 persen air. Jadi, ketika Anda merasa kelelahan dan haus, Anda boleh memakan eskrim yang dapat meningkatkan energi dan membantu menyingkirkan rasa lapar.
7 Tips Mengidentifikasi Profil Facebook Palsu
Bagaimana cara untuk mengidentifikasi sebuah profil Facebook yang belum dikenal itu palsu atau tidak? Berikut tips dan triknya:
1. Foto yang terlalu sempurna biasanya mengindikasikan sebuah profil Facebook adalah palsu. Baik foto yang dipajang di profil picture atau di album, jika semuanya menampilkan sosok tanpa cela dan bahkan mungkin diberi sentuhan Photoshop, besar kemungkinan profil ini hanyalah rekaan.
2. Berhati-hatilah jika sebuah profil mendeskripsikan penggunanya sebagai orang yang memenuhi kriteria Anda sebagai teman atau pasangan yang sempurna. Mungkin ini adalah jebakan khusus bagi Anda sehingga ia dapat mengorek informasi lebih dalam melalui percakapan online.
3. Telitilah seberapa banyak teman Facebook yang dimilikinya. Rata-rata user Facebook memiliki 130 teman. Jika jumlah temannya lebih rendah dari angka itu, mungkin saja user Facebook tersebut hanyalah rekayasa.
4. Seberapa banyak mutual friends atau teman yang sama antara Anda dengan calon teman Facebook juga bisa menjadi sarana identifikasi. Semakin sedikit mutual friends, Anda agaknya harus semakin waspada.
5. Jika dirasa perlu, gunakan mesin cari untuk meneliti nama di profil Facebook tersebut dan apakah informasi yang disampaikan di data pribadinya benar. Misalnya, nama sekolahnya.
6. Periksalah foto-fotonya. Orang yang benar-benar nyata seringkali punya foto yang menampilkan diri mereka dengan teman dan keluarganya.
7. Pengguna Facebook dengan profil asli hampir selalu memiliki foto yang ditag oleh teman mereka. Sebaliknya, profil Facebook palsu sering hanya menampilkan foto diri sendiri.
semoga bermanfaat .. :)
6 Kiat Melawan Kecanduan Ponsel
London - Manusia zaman sekarang banyak yang kecanduan memakai ponsel, terutama smartphone seperti BlackBerry, Android, ataupun iPhone. Padahal penggunaan ponsel yang berlebihan bisa merugikan.
Itulah yang dikemukakan profesor Cary Cooper, pakar psikologi di Lancaster University, Inggris. Ia berharap pengguna bisa membatasi waktu memakai ponsel karena bisa berdampak negatif.
"Melihat layar secara konstan membuat Anda menjauh dari orang, Anda tidak berinteraksi dengan dunia nyata atau menghadapi masalah Anda," ucap Cooper.
Smartphone memang bisa membuat adiksi. Menurut Cooper, salah satu penyebabnya karena karena pengguna tidak pernah tahu kapan akan mendapat email, SMS atau pesan yang menyenangkan sehingga mereka terus mengecek handsetnya untuk mencari kesenangan.
"Menjadi subjek aliran data yang konstan atau overload informasi menghadirkan risiko nyata ketidakpedulian terhadap informasi yang benar-benar diperlukan dan menjadikan Anda kurang mengontrol kehidupan," ucapnya.
Berikut beberapa tips Cooper untuk melawan kecanduan ponseldan agar hidup lebih sehat, seperti saya kutip dari The Sun, Selasa (3/1/2012):
1. Kurangi pemakaian ponsel secara bertahap
Ponsel tetaplah benda yang sangat berguna sehingga tidak mungkin untuk tidak menggunakannya sama sekali. Bahkan tiba-tiba tidak memakai smartphone dari yang semula kecanduan bisa lebih merusak secara psikologis. Untuk melawan kecanduan, Cooper menyarankan untuk mematikan handset beberapa menit sehari, kemudian lebih lama pada hari-hari berikutnya.
2. Tahu tempat untuk menggunakan ponsel
Seseorang harus tahu dan menyadari kapan untuk tidak menggunakan handset. Seperti saat sedang berkendara karena bisa memecah konsentrasi dan berujung pada kecelakaan. Atau mungkin pada acara-acara sakral.
3. Banyaklah berbicara
Perbincangan di dunia nyata tak dapat digantikan dengan obrolan via ponsel atau berkirim pesan. Berbincang muka dengan muka memberi lebih banyak pemahaman apa yang dirasakan lawan bicara dan bagaimana respon yang tepat. Menurut Cooper, komunikasi banyak melibatkan bahasa tubuh dan hubungan yang nyata tak akan terjadi hanya dengan percakapan via ponsel.
4. Banyak berolahraga
Banyaklah berolahraga dan tinggalkan handset Anda. Olahraga bisa membuat perasaan senang dan bisa mengobati depresi yang mungkin terjadi akibat penggunaan smartphone yang berlebihan.
5. Ukurlah pemakaian ponsel
Seorang pengguna ponsel mungkin tidak menyadari betapa banyak waktu yang mereka pakai untuk menggunakannya dan apa saja yang telah mereka lewatkan. Padahal momen momen terbaik terjadi di dunia nyata, seperti ciuman pertama atau berbincang-bincang dengan menyenangkan bersama orang-orang terdekat.
6. Gunakan dengan bijaksana
Ponsel tidak dapat dibantah bermanfaat bagi kehidupan. Misalnya, banyak aplikasi yang berguna untuk membantu hidup menjadi lebih baik atau sebagai sarana berkomunikasi dengan rekan yang jauh. Tapi menurut Cooper, alangkah baiknya untuk menggunakan handset dengan bijaksana sampai dalam taraf tidak mengganggu kehidupan sosial pengguna.
Ciri-ciri Remaja dan Cara Menanggapinya (tugas agama part II)
Ciri-ciri fisik
Pertumbuhan badan remaja sangat cepat. Sistem koordinasi tubuh mereka menjadi kurang seimbang akibat pertumbuhan yang cepat itu. Mereka mengalami masa-masa energetik dan lelah silih berganti.
Ciri-ciri mental
Mereka menyukai petualangan dan penemuan hal-hal baru, dan mereka mempunyai imajinasi yang aktif. Mereka senang humor.
Mereka mampu berpikir serius, dan memiliki kesanggupan untuk berpikir abstrak maupun kongkret sekaligus. Tetapi pengetahuan mereka berkembang lebih cepat daripada pengalaman.
Ciri-ciri sosial
Mereka ingin menjadi dewasa dan tidak tergantung pada orang dewasa. Namun dalam banyak hal mereka masih bertindak seperti kanak-kanak.
Mereka ingin dianggap "termasuk" atau "milik" gang-nya dan punya rasa setia kawan yang besar terhadap teman-teman sebayanya.
Mereka malu-malu dan sangat peka akan keadaan dirinya.
Ciri-ciri emosional
Emosi mereka kuat sekali dan sering naik turun. Mereka sulit mengendalikan emosinya karena begitu banyak perubahan sedang terjadi di dalam tubuhnya.
Mereka merasa tak seorang pun memahami mereka.
Ciri-ciri rohani
Mereka menginginkan agama yang praktis.
Mereka punya banyak keraguan mengenai agama.
Mereka mencari keteladanan.
Cara menanggapi
Bersabarlah dengan kecanggungan mereka. Jangan membuat kegiatan- kegiatan terlalu kompetitif atau terlalu menegangkan.
Jangan Salah mengerti kelelahan mereka dan menyamakannya dengan kemalasan.
Cara menanggapi
Tanggapi ciri-ciri ini secara positif. Bantulah mereka memakai imajinasinya untuk membuat Alkitab lebih hidup. Tertawa bersama mereka. Gunakan humor.
Bimbinglah mereka agar dapat memikirkan sendiri masalah-masalahnya. Arahkan mereka kepada Alkitab untuk menemukan jawaban atas pertanyaan- pertanyaan yang sulit.
Cara menanggapi
Jangan memanggil mereka "anak-anak". Beri mereka tanggung jawab, tetapi jangan kecewa kalau mereka bertindak kurang bertanggung jawab.
Hormatilah kesetiakawanan mereka. Doronglah mereka supaya memilih teman-teman yang baik. Arahkan kesetiakawanan mereka kepada Tuhan.
Jangan mengejek mereka, apalagi melontarkan sindiran tajam. Tunjukkan kepada setiap remaja bahwa Anda mengasihi dan mempedulikan mereka.
Cara menanggapi
Jangan timbulkan gangguan emosional pada mereka. Jangan membuat acara permainan yang gaduh, yang langsung diikuti oleh kebaktian serius; mereka tidak dapat menenangkan diri secepat itu.
Sediakan waktu untuk mengenal mereka satu persatu secara pribadi.
Cara menanggapi
Tunjukkan selalu bahwa kebenaran-kebenaran Alkitab itu relevan untuk situasi kehidupan mereka.
Terimalah keraguan ini sebagai bagian dari proses pertumbuhan. Sambutlah sifat itu sebagai pertanda bahwa para remaja ini sedang menjadikan imannya sebagai iman mereka sendiri, bukan iman yang diwarisi dari orang tua.
Arahkan keinginan ini kepada Kristus dan teladan yang Ia berikan kepada kita di dalam Alkitab.
Sumber Artikel: reformed.sabda.org
Ketika Sahabatku Jadi Gila…
Atasi semua perbedaan
Kau dan aku sahabat
Untuk selamanya
Selamanya setia
Sahabat untuk selamanya
Berbagi dan saling menjaga
Kau dan aku sahabat
Untuk selamanya
Selama-lamanya setia…”.
By : Padi
Teens, sejak kecil sampai sekitar usia 15 tahun, saya adalah seorang pemabuk. Bukan karena suka minuman keras. Tapi karena suka muntah saat naik mobil. Memang agak memalukan kalau mengingat saat-saat itu. Hampir semua teman enggan duduk di dekat saya saat bepergian jauh. Menderita rasanya. Saat semua orang bersukacita menyambut karya wisata, biasanya saya justru gelisah ketika saat itu tiba. Memang bisa dimaklumi reaksi teman-teman terhadap kelemahan saya itu. Siapa sih yang mau kecipratan atau ketumpahan isi perut orang lain? Belum lagi baunya yang menjijikkan. Walau muntahnya sudah di tas plastik, toh itu tetap menjijikkan.
Teens, tidak ada orang yang mau kena muntah atau bahkan dimuntahi teman. Tapi uniknya banyak orang yang suka memuntahi temannya saat sedang bete, saat mengalami suasana hati yang sedang buruk. Sudah bukan rahasia lagi, dalam hidup ini ada banyak hal yang membuat suasana batin kita tiba-tiba memburuk. Bisa karena habis diomeli ortu, tugas sekolah menumpuk, bermasalah dengan teman, cinta ditolak, rasa tidak aman, sampai gara-gara jerawat atau sariawan bandel yang terus nempel kayak perangko. Itu semua bisa membuat kita merasa “mual” secara emosi. Celakanya, terkadang kita seenaknya menumpahkan perasaan galau bin kacau itu dan memuntahkannya kepada orang lain yang nggak tahu apa-apa. Kalau sudah begitu bisa gawat kan? Sebab akan ada banyak orang yang akan enggan mendekat, apalagi bersahabat dengan kita.
Biasanya orang yang suka memuntahkan hal buruk pada orang lain sering dihantui perasaan tidak aman. Mereka merasa bahwa orang lain tidak suka padanya, teman-temannya berkomplot menentangnya, orang tuanya tidak mencintainya, dan seterusnya. Oleh karena itulah ketika ia merasa sedang tidak mood, ia segera memuntahkan semua reaksi negatifnya pada orang-orang yang ia curigai itu. Kita juga. Sering kali kita lupa bahwa sahabat-sahabat kita punya persoalan sendiri yang berbeda dengan kita. Bisa saja mereka menghadapi sesuatu yang lebih berat daripada yang kamu hadapi. Bayangkan bagaimana perasaannya jika di saat ditindih masalah berat, dia malah kena semprot dari sahabatnya sendiri! Dia pasti akan merasa tidak nyaman, terluka dan akhirnya menjaga jarak dengan kita.
Lalu bagaimana? Ketika kamu sedang “mual” dan “pusing” karena hidupmu yang complicated, sebaiknya jaga jaraklah dengan teman-temanmu dan berdoalah, supaya kamu tidak melukai mereka dengan bahasa tubuh atau kata-katamu! Toh suasana hati yang buruk itu tidak akan bertahan lama. Tidak mungkin selama sebulan penuh suasana hati kita buruk melulu. Jika itu sampai terjadi, mungkin sudah waktunya bagimu untuk berkonsultasi ke Pendeta atau Psikolog. Saat menghadapi suasana hati yang buruk kita bisa saja berbagi dengan teman, namun tidak dengan melampiaskannya secara kasar kepada mereka.
SAHABAT YANG MEMAHAMI TEMAN
Teens, kita beruntung punya Tuhan Yesus sebagai sahabat sejati kita. Tentu baik bagi kita untuk mengingat kembali tentang bagaimana Tuhan Yesus memperlakukan kita sebagai sahabat. Dalam Yohanes 15:9-17 Tuhan mengajak kita untuk saling mengasihi. Ia menggambarkan hubungan kasih itu secara bertingkat. Seperti Bapa mengasihi Yesus, demikian juga Ia mengasihi kita, maka sebagaimana Bapa dan Yesus mengasihi, demikianlah kita harus mengasihi. Yesus mengasihi kita layaknya seorang sahabat. Ia tidak seperti seorang tuan yang seenaknya menumpahkan rasa mual di jiwanya kepada para bawahannya. Ia juga tidak memaksa orang lain mengerti dan memahami betapa berat pergumulan-Nya menuju salib. Sebab Ia memperlakukan kita sebagai sahabat, bukan sebagai hamba!
Nah.. dari situ kita bisa belajar bahwa saat kita mengalami guncangan, limbung, bete, marah, dsb., tetaplah berlaku sebagai seorang sahabat yang baik. Perlakukanlah orang lain seperti Tuhan Yesus memperlakukan kamu sebagai sahabat. Datanglah kepada sahabatmu, namun jangan merepotkan mereka. Menangislah di pundaknya, tetapi jangan membuat mereka menangisi dirinya. Ceritakanlah gejolak hatimu, tetapi jangan membuat mereka turut terbakar amarah. Mengapa kita perlu berlaku begitu? Sebab kita sadar bahwa mereka mungkin juga sudah punya beban yang harus dipikul. Sebab persahabatan itu adalah hal memahami, bukan memanfaatkan!
JIKA SAHABATKU “MUAL”
Sebaliknya, bagaimana jika sahabat kita sedang jadi pesakitan yang “mual” dan ingin memuntahkan emosinya sembarangan? Yang perlu kita sadari, ketika seorang yang kamu sayang sedang bete, ia akan mengatakan hal-hal yang tak pernah terpikir olehnya ketika sedang dalam keadaan normal. Akal sehat mereka seperti tertutup awan gelap. Maka wajar jika mereka bereaksi secara berlebihan, mengucapkan hal yang menyakitkan, menyalahkan orang lain, kehilangan kendali, panik, bersikap main perintah, mengkritik secara menyakitkan, dsb. Uniknya mereka tidak sadar bahwa suasana hati merekalah yang mendikte perilaku negatif mereka. Anehnya beberapa saat kemudian -saat bete-nya reda- mereka bisa menjadi sangat lain.
Dalam keadaan demikian, sahabat kita sebenarnya sangat membutuhkan kita. Maka kita perlu tetap hadir di dekat mereka, namun jangan terlalu serius menanggapi reaksi-reaksinya yang menyebalkan. Terima saja kenyataan bahwa semua orang bisa jadi aneh ketika suasana hatinya sedang buruk.
Ingatkah kamu akan Firman Tuhan dalam Amsal 17:17 yang berbunyi, “Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran”? Kekuatan persahabatan tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak waktu yang kita habiskan bersama untuk menikmati keindahan hidup, namun ditentukan juga oleh seberapa banyak masalah yang bisa kita pecahkan bersama. Seorang sahabat digambarkan seperti seorang ‘saudara dalam kesukaran’. Seburuk apa pun relasi kita dengan saudara kita, toh status yang melekat sebagai kakak/ adik/ sepupu, dsb. tidak akan bisa lenyap. Ikatan persaudaraan lebih kuat dari persoalan yang muncul dalam hubungan itu. Seorang sahabat bisa menjadi lebih dekat dari saudara jika ia selalu ada ketika sahabatnya mengalami kesulitan dan butuh pertolongan.
Kalau sahabatmu sedang “mual” atau bahkan jadi gila, di situlah kesempatanmu untuk membuktikan diri bahwa kamu memang benar-benar seorang sahabat, bukan hanya sekadar teman. Dengan begitu kamu akan menjadi berkat baginya. Bahkan bisa dipakai Tuhan untuk menjadi duta besar-Nya dalam kehidupan sahabatmu.
Saya mengenal seorang remaja bernama Laras. Sahabatnya sedang bermasalah dengan orang tuanya. Suatu saat dengan tanpa sebab, sahabat Laras membentaknya di depan banyak orang dan mengatakan sesuatu yang sangat menyakitkan. Ia memuntahkan kemarahannya kepada Laras, dan sesumbar tak mau menjadi temannya lagi. Karena sadar temannya sedang bermasalah, Laras menahan diri sedemikian rupa hingga tak terseret kemarahan serupa. Ia hanya mendengar dengan wajah yang memerah dan mata yang berkaca-kaca, sambil meyakinkan dirinya bahwa temannya sedang out of control. Ia tidak membantah, membela diri di depan orang banyak. Laras sadar bahwa temannya tidak akan bisa menerima kata-kata atau reaksi apa pun. Dalam situasi yang tidak kondusif itu ia memilih untuk diam. Keesokan harinya Laras mampir di rumah sahabatnya untuk melihat apakah masih jadi pesakitan. Begitu membuka pintu, sahabatnya langsung memeluknya dengan erat, dan mengatakan bahwa ia sangat menyayangi Laras. Sambil menangis terisak-isak, sahabatnya itu meminta maaf dan kemudian mereka berbicara dari hati ke hati. Hasilnya? Masalah mereka terpecahkan dan masalah sabahat Laras dengan orang tuanya juga bisa terselesaikan. Itulah persahabatan.
Oh ya, ada yang terlupa dari pengalaman saya sebagai ‘pemabuk perjalanan’. Saat saya sedang mabuk berat dalam perjalanan wisata sekolah, ada seorang teman datang mendekat. Kemudian ia menyodorkan minyak angin di hidung saya. Memijit pundak dan leher saya. Dan meminta saya untuk rileks memandang ke depan-seperti seorang sopir melihat jalan yang berliku-liku di depan, bukan ke samping jendela- karena “melihat keluar jendela bikin pusing”, katanya. Tentu saja itu sungguh sangat mengejutkan, menghibur, menyenangkan, membesarkan hati, dan membuat saya mulai bisa menikmati perjalanan. Saya mulai bisa melihat di depan sana ada sungai deras yang airnya nan jernih. Tebing-tebing tinggi yang ditumbuhi pepohonan rimbun nan hijau. Kabut tebal yang menjanjikan kesejukan di tempat yang kami tuju. Dan entah kenapa, tiba-tiba perjalanan suram saya berangsur berubah jadi indah. Rasa pusing mereda, perut tak lagi mual. Dan ketika melihat saya tersenyum, semua teman dalam satu bus bersorak kegirangan, dan kami semua mengalunkan lagu sukacita dengan alat musik seadanya. Sejak saat itu hingga kini saya tak pernah lagi mabuk perjalanan. Terima kasih sahabatku, minyak angin, pijitan dan dorongan semangatmu membuat aku bisa menikmati kehidupan secara sempurna. Oh indahnya persahabatan.