Click here for Myspace Layouts

Rabu, 21 September 2011

HACKER ... !!!!


Hacker = Peretas
Peretas (Inggris: hacker) adalah orang yang mempelajari, menganalisa, memodifikasi, menerobos masuk ke dalam komputer dan jaringan komputer, baik untuk keuntungan atau dimotivasi oleh tantangan.

Sejarah

Terminologi peretas muncul pada awal tahun 1960-an di antara para anggota organisasi mahasiswa Tech Model Railroad Club di Laboratorium Kecerdasan Artifisial Massachusetts Institute of Technology (MIT). Kelompok mahasiswa tersebut merupakan salah satu perintis perkembangan teknologi komputer dan mereka berkutat dengan sejumlah komputer mainframe. Kata bahasa Inggris "hacker" pertama kalinya muncul dengan arti positif untuk menyebut seorang anggota yang memiliki keahlian dalam bidang komputer dan mampu membuat program komputer yang lebih baik daripada yang telah dirancang bersama.
Kemudian pada tahun 1983, istilah hacker mulai berkonotasi negatif. Pasalnya, pada tahun tersebut untuk pertama kalinya FBI menangkap kelompok kriminal komputer The 414s yang berbasis di Milwaukee, Amerika Serikat. 414 merupakan kode area lokal mereka. Kelompok yang kemudian disebut hacker tersebut dinyatakan bersalah atas pembobolan 60 buah komputer, dari komputer milik Pusat Kanker Memorial Sloan-Kettering hingga komputer milik Laboratorium Nasional Los Alamos. Satu dari pelaku tersebut mendapatkan kekebalan karena testimonialnya, sedangkan 5 pelaku lainnya mendapatkan hukuman masa percobaan.
Kemudian pada perkembangan selanjutnya muncul kelompok lain yang menyebut-nyebut diri sebagai peretas, padahal bukan. Mereka ini (terutama para pria dewasa) yang mendapat kepuasan lewat membobol komputer dan mengakali telepon (phreaking). Peretas sejati menyebut orang-orang ini cracker dan tidak suka bergaul dengan mereka. Peretas sejati memandang cracker sebagai orang malas, tidak bertanggung jawab, dan tidak terlalu cerdas. Peretas sejati tidak setuju jika dikatakan bahwa dengan menerobos keamanan seseorang telah menjadi peretas.
Para peretas mengadakan pertemuan tahunan, yaitu setiap pertengahan bulan Juli di Las Vegas. Ajang pertemuan peretas terbesar di dunia tersebut dinamakan Def Con. Acara Def Con tersebut lebih kepada ajang pertukaran informasi dan teknologi yang berkaitan dengan aktivitas peretasan.
Peretas memiliki konotasi negatif karena kesalahpahaman masyarakat akan perbedaan istilah tentang hacker dan cracker. Banyak orang memahami bahwa peretaslah yang mengakibatkan kerugian pihak tertentu seperti mengubah tampilan suatu situs web (defacing), menyisipkan kode-kode virus, dan lain-lain, padahal mereka adalah cracker. Cracker-lah menggunakan celah-celah keamanan yang belum diperbaiki oleh pembuat perangkat lunak (bug) untuk menyusup dan merusak suatu sistem. Atas alasan ini biasanya para peretas dipahami dibagi menjadi dua golongan: White Hat Hackers, yakni hacker yang sebenarnya dan cracker yang sering disebut dengan istilah Black Hat Hackers.

Apa itu Hacker

Banyak orang yang sering mendengar tentang kata Hacker bahkan orang yang tidak pernah memegang komputer sekalipun...Di Indonesia sendiri umumnya kata Hacker kebanyakan di mengerti sebagai seorang Ahli Komputer yang mampu melakukan tindakan-tindakan pembobolan suatu situs, mencuri credit card,..dan sejenisnya..alias Hacker adalah identik dengan kriminal..apa benar demikian...?

Asal pertama kata "Hacker" sendiri berawal dari sekitar tahun 60-an di Las Vegas di adakan sebuah permainan (Game) yang menggunakan system jaringan komputer (networking) dimana cara permainan itu satu sama lain berusaha untuk masuk ke system komputer lawan (pemain lainya) dan melumpuhkannya. dari sinilah kemudian orang-orang menamakan sekelompok anak-anak muda yang mengikuti permainanan ini sebagai "Hackers" yaitu sekelompok anak-anak muda yang mampu menjebol dan melumpuhkan system komputer orang.

Pada pekembangan selanjutnya kelompok Mahasiswa Tech Model Railroad Club di Laboratorium Kecerdasan Artifisial Massachusetts Institute of Technology (MIT).Mereka merupakan salah satu perintis perkembangan teknologi komputer dan mereka beroperasi dengan sejumlah komputer mainframe. Kata hacker pertama kali muncul dengan arti positif untuk menyebut seorang anggota yang memiliki keahlian dalam bidang komputer dan mampu membuat program komputer yang lebih baik dari yang telah dirancang bersama. Kemudian pada tahun 1983, analogi hacker semakin berkembang untuk menyebut seseorang yang memiliki obsesi untuk memahami dan menguasai sistem komputer. Pasalnya, pada tahun tersebut untuk pertama kalinya FBI menangkap kelompok kriminal komputer The 414s yang berbasis di Milwaukee AS. 414 merupakan kode area lokal mereka. Kelompok yang kemudian disebut hacker tersebut dinyatakan bersalah atas pembobolan 60 buah komputer, dari komputer milik Pusat Kanker Memorial Sloan-Kettering hingga komputer milik Laboratorium Nasional Los Alamos. Salah seorang dari antara pelaku tersebut mendapatkan kekebalan karena testimonialnya, sedangkan 5 pelaku lainnya mendapatkan hukuman masa percobaan.

Kemudian pada perkembangan selanjutnya muncul kelompok lain yang menyebut-nyebut diri hacker, padahal bukan. Mereka ini (terutama para pria dewasa) yang mendapat kepuasan lewat membobol komputer dan mengakali telepon (phreaking). Hacker sejati menyebut orang-orang ini ‘cracker’ dan tidak suka bergaul dengan mereka. Hacker sejati memandang cracker sebagai orang malas, tidak bertanggung jawab, dan tidak terlalu cerdas. Hacker sejati tidak setuju jika dikatakan bahwa dengan menerobos keamanan seseorang telah menjadi hacker.

Para hacker mengadakan pertemuan setiap setahun sekali yaitu diadakan setiap pertengahan bulan Juli di Las Vegas. Ajang pertemuan hacker terbesar di dunia tersebut dinamakan Def Con. Acara Def Con tersebut lebih kepada ajang pertukaran informasi dan teknologi yang berkaitan dengan aktivitas hacking.

Demikian simple definisi dan asal-usul “Hacker“, yang pernah saya telusuri.tapi di zaman sekarang hacker diidentikkan dengan seseorang Komputer Maniac dan melakukan upaya-upaya penerobosan suatu sistem komputer tanpa otorisasi yang sah dengan tujuan untuk mengambil atau mencuri sesuatu dan identik dengan kriminal.

Para Hacker sejati sebetulnya memiliki kode etik yang pada awalnya diformulasikan dalam buku karya Steven Levy berjudul Hackers: Heroes of The Computer Revolution, pada tahun 1984.

Kode etik hacker tersebut, yang kerap dianut pula oleh para cracker, adalah :

1. Akses ke sebuah sistem komputer, dan apapun saja dapat mengajarkan mengenai bagaimana dunia bekerja, haruslah tidak terbatas sama sekali
2. Segala informasi haruslah gratis
3. Jangan percaya pada otoritas, promosikanlah desentralisasi
4. Hacker haruslah dinilai dari sudut pandang aktifitas hackingnya, bukan berdasarkan standar organisasi formal atau kriteria yang tidak relevan seperti derajat, usia, suku maupun posisi
5. Seseorang dapat menciptakan karya seni dan keindahan di komputer
6. Komputer dapat mengubah kehidupan seseorang menjadi lebih baik.

Semoga Bermanfaat.

belajar bahasa korea (part 2)

Dalam bahasa Korea benci itu 밉다 ( mipda ). Kata ini termasuk dalam pembahasan ” ㅂ irriguler verb ( kata kerja tak beraturan )”. Base verb-nya adalah 밉 > 미우. Kadang-kadang ketika ㅂ berposisi 받침 ( bachim, konsonan akhir kata ), dalam bentuk tidak beraturan maka informalnya ㅂ( b;p ) dirubah menjadi 우 ( u ). Tidak ada cara khusus untuk menentukan apakah ㅂ itu kata kerja tidak beraturan atau tidak, kata kerja tak beraturan hanya harus dihafalkan ( sima’i).

Perubahan-perubahan kata ini adalah 밉다 ( mibda= benci ) > 미워 ( miweo = membenci, bentuk informal biasa ) > 미웠어 ( miweosseo = telah membenci ) > 미울 거야 ( miul geoya = akan membenci ) > 미워라( miweora: bencilah , informal biasa ) 미우세요 ( miuseyo: bencilah, informal hormat )> 밉자 (mibja: mari membenci )> 미움 (mium : kebencian, nominal ing ), dan sebagainya.


Contoh -contoh :
1. 나는 저 놈이 밉다 ( naneun jeo nomi mibda ) aku benci orang itu.

2. 나는 이유 없이 그녀를 미웠다 ( naneun iyu eobsi geunyeo reul miweotda ) Tanpa alasan aku tak suka pada gadis itu.

3. 나를미워서 전화도 하지 않았다 ( Nareul miweosseo cheonwado haji anhatda ) Dia membenciku bahkan nggak telepon.

4. 그녀는 예쁘지도 밉지도 않고 그냥 평범하다 ( geunyeoneun yeppeujido mibjido anko geunyang pyeong beob hada ) Gadis itu tak cantik dan tak jelek amat kok, biasa2 saja .

Jadi 미워 ( miweo ) juga bermakna buruk rupa ( tidak cantik ). misalnya juga 미운오리 새끼 ( miun ori sekki = anak itik yang buruk rupa ).

5. 나는 너를 고운 정 미운 정이 다 들었다 ( Naneun neoreul goun jeong miun jeongi da deureotda ) Perasaanku padamu berbaur antara cinta dan benci.
ungkapan ini biasanya untuk mengungkap perasaan cinta seseorang.


6. 아직도 그 사람 미워요? ( ajigdo geu saram miweoyo ? ) masihkah kau membencinya?

7. 너 정말 미워 죽겠어! ( neo jeongmal miweo juggesseo ! ) aku sungguh sangat benci kamu.


Pembelajaran ini adalah mengajak belajar kata ‘ benci ‘, bukan mengajak belajar untuk membenci...


Selamat Belajar...!!! ^__^

MY friend :)


Cara menenangkan diri dari berbagai tekanan setiap hari alias problem2 kehidupan
Tekanan atau stres pada batas tertentu memang diperlukan. Adanya stres seseorang bisa bekerja memenuhi target. Tapi stres yang berlebihan ternyata bisa menimbulkan penyakit seperti radang lambung sampai gangguan jantung. Lalu apa tanda-tanda seseorang mengalami stres karena pekerjaan, dan bagaimana mengatasinya?
Ada beberapa tanda yang bisa dijadikan indikator bahwa stres yang dialami seseorang berasal dari pekerjaan, antara lain:

1. Pelupa
Stres karena pekerjaan bisa membuat orang menjadi pelupa. Hal ini menunjukkan bahwa ia sudah kelebihan informasi sehingga tidak mampu menyimpannya lagi.

2. Kurang konsentrasi
Kurang konsentrasi bisa tampak dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan. Ini bisa merupakan salah satu gejala adanya upaya untuk melakukan banyak hal dalam waktu singkat. Hal ini bisa disebabkan karena lemahnya pengaturan kerja.

3. Atensi menurun
Saat stres, tubuh seperti kelebihan beban. Untuk mengurangi beban, maka seseorang menjadi ‘buta’ pada kejadian atau situasi di sekitarnya sehingga tidak bisa melihat detil dan tidak bisa melihat perubahan.

4. Tidak bersemangat
Dengan menghabiskan semua energi pada masalah-masalah yang timbul pada saat bekerja membuat Anda tidak memiliki energi untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Anda meletakkan tugas sebagai hal yang utama padahal Anda juga tidak merasa dihargai.

5. Mudah tersinggung
Stres membuat kepekaan terhadap kebutuhan orang lain menurun. Dalam keadaan stres, Anda akan merasa orang lain sebagai pengganggu sehingga Anda menjadi tidak sabar. Hubungan dengan orang-orang di sekitar Anda lebih banyak diwarnai konflik bahkan permusuhan.

6. Muncul gangguan-gangguan penyakit
Stres yang kronis lama kelamaan akan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan mulai daari sekedar pegal-pegal sampai gangguan jantung. Penyakit yang paling sering dialami para eksekutif menurut Alex, adalah gangguan lambung.

7. Berhenti bukanlah jawaban
Pemecahan masalah stres kerja tampaknya mudah, misalnya kurangi waktu kerja atau cari pekerjaan lain yang kurang menekan. Tapi cara itu ternyata tidak selalu tepat bagi setiap orang bahkan mungkin justru memperburuk keadaan. Mengurangi waktu kerja, misalnya menjadi pekerja part time, bisa menambah stres jika ada pemotongan gaji atau menghambat karier.


Kiat untuk menghadapi stress.....
 # Sediakan waktu rileks
Menurut penelitian, stres yang berhubungan dengan pekerjaan dimulai sejak pagi, sebelum Anda berangkat kerja. Daripada memikirkan beban pekerjaan (tapi tidak ada solusinya), lebih baik digunakan waktu Anda yang terbatas tersebut untuk melakukan relaksasi seperti meditasi dan yoga. Teknik pernapasan adalah teknik relaksasi yang paling mudah untuk dilakukan. Caranya dengan menarik nafas dalam-dalam, lalu hembuskan sampai tak ada lagi udara yang tersisa di paru-paru. Lakukan minimal 3x sampai membayangkan beban Anda berkurang.

# Bersikap lebih asertif
Kebanyakan masalah pekerjaan berpangkal dari kurangnya kesempatan untuk membuat perubahan atau keputusan. Karenanya, bicarakan dengan atasan tentang tugas Anda dan tanggungjawab tambahan yang ingin Anda pegang. Dengan demikian, Anda bisa menentukan pekerjaan yang bisa Anda lakukan dengan cara kerja seperti yang diinginkan perusahaan.

# Bekerja lebih efisien
Selalu kekuragan waktu untuk menyelesaikan tugas bisa jadi buka disebabkan tugas yang berlebihan, melainkan menyangkut waktu dan cara mengerjakannya. Alex memberikan contoh seorang wartawan yang produktif di waktu malam akan merasa tertekan jika memaksakan diri menulis di waktu siang hari. Untuk mengatasinya, sebaiknya pekerjaan dibagi. Siang hari membuat outline dan mencari bahan, malam hari menyelesaikan tulisan.
Untuk bekerja secara lebih efisien. Anda juga harus trampil menentukan prioritas. Adanya urutan prioritas dapat membantu Anda mengatur strategi.

# Tingkatkan energi dengan tidur
“Ketika lelah, Anda lebih mudah merasa stres karena hal-hal yang sepele,” demikian tulis Camile Anthony dalam “The Art of Napping at Work” (1999). Kesalahan juga akan membuat perhatian Anda menurun sehingga mudah melakukan kesalahan. Dalam keadaan demikian, Alex menganjurkan agar tidur. Tidur 15 menit di tengah waktu kerja akan sama manfaatnya dengan tidur malam 3 jam. Anda bisa memanfaatkan mushola kantor (tentu saja di luar waktu shalat) atau mobil Anda untuk tidur. Jangan lupa pasang alarm agar tidak tidur terlalu lama. Jika keduanya tidak tersedia, meja kerja Anda bisa jadi pilihan terakhir. Yang penting, tingkatkan energi segera jika sudah merasa terlalu lelah. Tidur selama 30 menit atau kurang, menurut Anthony akan meningkatkan mood dan rasa humor sehingga memperbaiki hubungan Anda dengan rekan kerja. Anthony menganjurkan agar membatasi tidur selama 30 menit saja agar tidak sampai tertidur nyenyak, yang akan membuat Anda lebih lelah ketika bangun.

# Atur lingkungan kerja
Bagaimana kondisi kerja Anda? Apakah meja kerja Anda berantakan atau ruangan kerja selalu dipenuhi asap rokok? Hati-hati karena hal-hal yang tampaknya sepele tersebut karena dapat mempengaruhi performa kerja sekaligus kesehatan Anda.
Jika tidak memungkinkan mengubah lingkungan kerja secara besar-besaran, ada baiknya Anda memulainya dari meja Anda. Dalam feng shui, seni tata ruang dari Tiongkok, tempat kerja yang teratur menunjukkan pikiran yang teratur. Jaga lingkungan kerja, terutama maja, dari tumpukan kertas atau file. Simpan kertas-kertas Anda dalam map dan dalam kotak file atau laci file.
Anda juga bisa mencegah stres dengan mengubah letak kursi sehingga bisa mengetahui siapa yang akan masuk ke ruangan Anda. Jika memungkinkan pindahkan meja sehingga Anda dapat bekerja dengan cahaya alami dari luar (matahari).

# Kembangkan pola hidup sehat
Pola hidup sehat merupakan kunci untuk bebas stres. Pilihlah makanan dan minuman yang bisa menurunkan stres yaitu makanan yang banyak mengandung vitamin B kompleks seperti kacang-kacangan dan padi-padian. Kurangi makanan berlemak dan perbanyak makan buah dan sayur.
Berolah raga secara teratur. Olah raga yang cukup tidak saja menyehatkan badan tapi juga memperbesar kapasitas badan tapi juga memperbesar kapasitas paru-paru sehingga mampu menampung oksigen yang lebih besar. Dengan kadar oksigen tinggal di dalam darah yang kemudian akan diedarkan ke seluruh tubuh Anda akan berpikir lebih jenuh.
 
# Tingkatkan ketrampilan
Tidak ada kata terlambat untuk mempelajari ketrampilan baru. Jika Anda merasa kurang mampu berkomunikasi, Anda bisa mempelajarinya melalui buku-buku atau latihan kepemimpinan yang sering diadakan di kota-kota. Jika Anda mempunyai minat terhadap komputer, kembangkan minat Anda. Peningkatan ketrampilan akan membuat Anda menjadi karyawan yang lebih berharga.
 
# Lupakan pekerjaan saat libur
Membawa laptop saat liburan keluarga? Tinggalkan saja kebisaan itu. Liburan sebaiknya benar-benar digunakan untuk istirahat. Berlibur atau santai bukan berarti membuang waktu. Selain mmeberikan energi tambahan yang akan membuat Anda lebih kreatif, berlibur bersama akan mempererat hubungan Anda dengan keluarga.
 
# Pekerjaan bukan segalanya
Bekerja memang penting. Dengan sekaligus mendapat lahan untuk aktualisasi diri. Tapi di luar pekerjaan, masih banyak kegiatan lain yang dapat menimbulkan perasaan berguna bagi Anda. Dengan mengikuti kegiatan di luar pekerjaan, stres Anda di tempat pekerjaan akan berkurang. Anda dapat menyakinkan diri bahwa walaupun Anda tidak bisa memperbaiki keadaan di tempat kerja, Anda bisa mengendalikan hal-hal penting lainnya dalam kehidupan Anda. Perasaan mampu mengendalikan kehidupan Anda sendiri adalah harta tak ternilai.

Penyusunan Program BK Komprehensif



Landasan Penyusunan Program Bimbingan dan Konseling Komprehensif

Landasan atau dasar program merupakan suatu keputusan awal dan menentukan yang harus diambil oleh pemegang kebijakan pendidikan di sekolah bagi terwujudnya suatu program bimbingan dan konseling sekolah. Merancang keputusan dasar yang kuat memerlukan usaha kerjasama semua unsur dan personel sekolah, termasuk dengan orang tua dan masyarakat, sehingga program bimbingan dan konseling bisa diterima dan memberikan manfaat bagi semua siswa. Dengan demikian, selama tahap pengembangan program bimbingan dan konseling, para stakeholder hendaknya bermusyawarah untuk menentukan filosofi, misi dan fungsi dan isi keseluruhan program. Dasar pengembangan program yang lengkap merupakan hal yang sangat penting untuk memastikan bahwa program bimbingan dan konseling sekolah menjadi suatu bagian utuh dari seluruh program pendidikan untuk keberhasilan para siswa.
        Proses penyusunan program bimbingan dan konseling di sekolah dilakukan melalui delapan tahap aktivitas, yaitu :
1)      mengkaji kebijakan dan produk hukum yang relevan;
2)      menganalisis harapan dan kondisi sekolah;
3)      menganalisis karakteristik dan kebutuhan siswa;
4)     menganalisis program, pelaksanaan, hasil, dukungan serta faktor-faktor penghambat program sebelumnya;
5)      merumuskan tujuan program baik umum maupun khusus;
6)      merumuskan alternatif komponen dan isi kegiatan;
7)      menetapkan langkah-langkah kegiatan pelaksanaan program, dan
8)      merumuskan rencana evaluasi pelaksanaan dan keberhasilan program.

1)     Mengkaji kebijakan dan produk hukum yang relevan;
Mengkaji kebijakan dan produk hukum yang relevan baik tingkat institusi (sekolah) maupun nasional dimaksudkan agar pengembangan program bimbingan dan konseling sekolah tidak bertentangan dengan kebijakan umum yang berlaku dan ditentukan oleh pemerintahan pusat, daerah maupun sekolah sebagai tempat implementasi program. Karena itu,  sebelum memulai melakukan penyusunan program konselor perlu mengkaji terlebih dahulu produk-produk kebijakan  yang berlaku. Sebagai contoh dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan tidak mungkin suatu sekolah menggunakan standar kurikulum selain yang ditentukan dan diberlakukan secara nasional oleh Departemen Pendidikan Nasional (DEPDIKNAS).

2)    Menganalisis harapan dan kondisi sekolah;
Menganalisis harapan dan kondisi sekolah  merupakan langkah yang harus dilakukan konselor untuk mengetahui keadaan, kekuatan, kelemahan atau kekurangan sekolah. Sangat tepat jika dilakukan analisis dengan teknik SWOT (Strengt, Weakness, Oppornuty, Treath),  sehingga dapat diketahui secara tepat  kekuatan, kelemahan, peluang atau kesempatan, dan ancaman yang dihadapi sekolah. Dalam melakukan analisis ini, jika diperlukan sekolah dapat meminta bantuan tenaga ahli. Merumuskan tujuan yang ingin dicapai sekolah ditetapkan berdasarkan atas kebijakan yang berlaku dan analisis kondisi sekolah.

3)    Menganalisis karakteristik dan kebutuhan siswa;
Program bimbingan dan konseling merupakan rancangan aktivitas dan kegiatan yang akan memfasilitasi tercapainya tujuan pendidikan nasional. Artinya, program bimbingan dan konseling di sekolah harus menyediakan sistem layanan yang bermanfaat bagi kemajuan akademik, karir dan perkembangan pribadi-sosial para siswa dalam menyiapkan dan menghadapi tantangan masa depan dalam kehidupan pribadi, masyarakat dan bangsanya di masa depan. Berdasarkan itu semua, maka semua pemegang kebijakan pendidikan di sekolah lebih memahami karakteristik dan kebutuhan siswa yang merupakan subjek layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
         Data atau informasi tentang karakteristik dan kebutuhan siswa merupakan komponen atau faktor-faktor yang berkaitan dengan penentuan tujuan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Data yang sudah terkumpul  perlu dianalisis secara cermat dan komprehensip (menyeluruh), untuk kemudian ditafsirkan dan diimplementasikan dalam beberapa alternatif rencana program bimbingan dan konseling di sekolah. Alternatif program tersebut harus dievaluasi dan dipilih mana yang memiliki peluang paling besar untuk mencapai tujuan, tetapi paling hemat dalam menggunakan tenaga, waktu, dan biayanya.


4)        Menganalisis program, pelaksanaan, hasil, dukungan serta faktor-faktor penghambat program sebelumny

Sebelum alternatif program bimbingan dan konseling yang dipilih dilaksanakan, konselor perlu menjabarkan secara rinci program itu sampai dengan tahap-tahap pelaksanaannya. Dalam setiap tahap pelaksanaan, paling tidak harus jelas mengenai: (1) sasaran yang ingin dicapai, (2) kegitan yang akan dilakukan, (3) siapa pelaksana dan penanggung jawabnya, (4) kapan waktu pelaksanaanya, dan (5) sarana atau pra sarana dan dana yang diperlukan.

5) Sistem manajemen program bimbingan dan konseling
            Apakah suatu sekolah dapat melaksanakan layanan bimbingan dan konseling tanpa membuat suatu program kegiatan bimbingan dan konseling? Misalnya, pada suatu sekolah hanya memiliki seorang konselor yang memiliki kompetensi dan kualifikasi professional sebagai konselor, sedangkan guru mata siswaan, wali kelas dan staf  sekolah lainnya dan tidak ikut melibatkan diri dalam kegiatan  layanan bimbingan dan konseling. Cara kerja dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling seperti ini  tidak menunjukan adanya suatu kelompok bimbingan dan konseling (team work) yang sinergis. Cara kerja dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling semacam ini bisa saja dilaksanakan tetapi tidak memiliki dampak yang positif dalam membantu perkembangan opkelompokal siswa. Tanpa perencanaan program, layanan bimbingan dan konseling tampaknya praktis dan simpel, tetapi mempunyai banyak kelemahan diantaranya : 1) program yang tidak didasari pemikiran secara  matang mengakibatkan program kurang dapat dipertanggung jawabkan, 2) tidak ada kontinyuitas  dalam pelayanan,   3) sukar untuk mengevaluasi kerja yang telah dilalukan. Apakah pelayanan itu betul-betul relevan dengan kebutuhan-kebutuhan yang ada, akan lebih sukar dilakukan pengecekan. Dengan membuat rencana program bimbingan dan konseling, layanan kepada subjek sasaran akan lebih baik, kebutuhan dapat dilayani, di samping tenaga dan fasilitas lain dapat dimanfaatkan secara efisien.
            Program bimbingan dan konseling memuat unsur-unsur yang terdapat dalam berbagai ketentuan tentang pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah seperti: (1) visi dan misi,
(2) tujuan,
(3) kegiatan,
(4) strategi dan atau teknik,
(5) pelaksana dan penanggung jawab,
(6) waktu,
(7) tempat,
(8) biaya dan fasilitas lainnya,
(9) rencana evaluasi. Murro & Kottman (1995) mengemukakan bahwa struktur program bimbingan komprehensif diklasifikasikan ke dalam empat jenis layanan yaitu
1.      layanan dasar bimbingan,
2.      layanan responsif,
3.      layanan perencanaan individual,
4.      dukungan sistem.

A.      Layanan Dasar Bimbingan
Layanan dasar bimbingan merupakan layanan bantuan bagi siswa melalui kegiatan-kegiatan kelas atau di luar kelas, yang disajikan secara sistematis, dalam rangka membantu siswa mengembangkan potensinya secara opkelompokal.
Layanan ini bertujuan untuk membantu semua siswa agar memperoleh perkembangan yang normal, memiliki mental yang sehat, dan memperoleh keterampilan dasar hidupnya. Tujuan layanan ini dapat juga dirumuskan sebagai upaya membantu siswa agar:
1.    Memiliki kesadaran, pemagahaman diri tentang diri dan lingkungan
2.   Mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku yang tepat
3.   Mampu menangani atau mamanuhi kebutuhan dan masalahnya, serta mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya.

B.       Layanan responsif
Komponen layanan responsif dalam program bimbingan dan  konseling sekolah, terdiri atas kegiatan-kegiatan untuk menemukan kebutuhan dan persoalan yang tengah dihadapi siswa. Penyelesaian kebutuhan atau persoalan ini memerlukan konseling, konsultasi, pengalihan, fasilitasi maupun informasi dari teman sebaya. Komponen ini disediakan bagi seluruh siswa dan seringkali siswa diberi inisiasi melalui self-referral. Bagaimanapun guru, orangtua/wali dan orang lain bisa juga membantu siswa. Walaupun konselor sekolah memiliki keterampilan dan pelatihan khusus dalam merespon kebutuhan dan persoalan semacam ini, kerjasama dan dukungan dari seluruh pihak sekolah dan seluruh staf tetap diperlukan bagi suksesnya implementasi program layanan responsif.
Layanan responsif disampaikan melalui strategi-strategi seperti,
konsultasi: konselor berkonsultasi dengan orangtua/wali, guru, tenaga pendidik lain atau dengan agen masyarakat mengenai strategi untuk membantu siswa dan keluarga. konselor tampil sebagai advokat bagi siswa.
    Konseling individual dan kelompok kecil: konseling diberikan dalam suatu kelompok kecil atau atas dasar individual bagi siswa dalam mengungkapkan kesulitasn-kesulitan yang berkenaan dengan hubungan, masalah pribadi atau tugas-tugas perkembangan pribadi mereka. konseling individual dan kelompok kecil membantu siswa dalam mengidentifikasi masalah, sebab-sebab, alternatif, dan konsekuensi yang mungkin terjadi, sehingga mereka dapat mengambil tindakan yang tepat. konsleing semacam ini pada dasarnya berjangka pendek. konselor sekolah tidak memberikan terapi. jika diperlukan, pengalihan dibuat terhadap sumber-sumber masyarakat yang tepat.
     Konseling krisis : konseling krisis memberikan pencegahan, intervensi dan tindak lanjut. Konseling dan dukungan diberikan pada siswa dan keluarga dalam menghadapi situasi darurat. Konseling semacam ini biasanya jangka pendek dan bersifat sementara, saat dibutuhkan, pengalihan dapat dibuat terhadap sumber-sumber masyarakat yang tepat. Konselor sekolah dapat memegang peran sebagai pemimpin dalam proses intervensi krisis suatu kelompok dalam lembaganya.
     Alih tangan (referal) : konselor menggunakan sumber acuan untuk menangani kasus krisis seperti keinginan bunuh diri, kekerasan, pelecehan, depresi dan kesulitan keluarga. sumber acuan ini bisa meliputi agen-agen kesehatan mental, tenaga kerja dan program pelatihan, layanan bagi remaja serta layanan sosial dan kemasyarakatan lainnya.
Fasilitasi oleh teman sebaya : banyak konselor melatih siswa sebagai perantara teman sebaya, manajer konflik, tutor maupun mentor. Teknik-teknik pemecahan masalah dan resolusi konflik digunakan untuk membantu siswa belajar bagaimana mereka bergaul dengan orang lain. Melalui perantara teman sebaya, siswa dilatih dalam suatu sistem agar berguna bagi teman terdekatnya yang sedang memiliki masalah dalam bergaul dengan orang lain.
C.      Perencanaan individual
Dalam perencanaan individual, konselor sekolah mengkoordinasikan kegiatan secara sistemik dan berkelanjutan serta dirancang untuk membantu siswa secara individual dalam menetapkan tujuan pribadi dan mengembangkan rencana mereka di masa depan. Konselor sekolah mengkoordinasikan kegiatan bantuan bagi seluruh rencana siswa, mengawasi dan menangani proses belajar siswa termasuk menemukan kompetensi dalam area akademis, karir dan perkembangan pribadi-sosialnya. Dalam komponen ini siswa mengevaluasi tujuan edukasional, okupasional dan tujuan personal mereka. Konselor sekolah membantu siswa membuat pilihan dari sekolah ke sekolah, sekolah ke pekerjaan maupun sekolah ke pendidikan tinggi atau karir setelah mereka lulus dari suatu sekolah.
Aktivitas ini umumnya disampaikan atas suatu dasar individual atau dengan bekerja sama dengan individu lain dalam kelompok kecil maupun kelompok penasehat. Orangtua atau wali bersama personil sekolah lainnya seringkali terlibat dalam aktivitas semacam ini. Penyampaian sistematis tentang perencanaan individual bagi tiap siswa meliputi strategi yang terdokumentasi bagi keberhasilan siswa.
Perencanaan individual bagi siswa diimplementasikan melalui beberapa strategi sebagai berikut:
1)   Penilaian indiuvidual/kelompok kecil: konselor sekolah mengadakan analisis dan evaluasi terhadap kemampuan, minat, keterampilan, dan prestasi siswa. uji informasi dan data lainnya sering digunakan sebagai dasar bagi pemberian bantuan pada siswa dalam mengambangkan rencana jangka pendek dan jangka panjang mereka.
2)   Pemberian saran pada individual/kelompok kecil: konselor sekolah memberi saran pada siswa dengan menggunakan informasi pribadi/ sosial, karir dan pasar tenaga kerja dalam perencanaan tujuan pribadi, edukasional dan okupasional siswa. keterlibatan siswa, orangtua/wali dan pihak sekolah dalam merencanakan program siswa yang sesuai dengan kebutuhan mereka merupakan hal yang penting.

D.      Dukungan sistem
Dukungan sistem terdiri atas aktivitas manajemen yang membentuk, memelihara dan meningkatkan efektivitas serta efisiensi bimbingan dan konseling sekolah secara keseluruhan. Konselor sekolah menggunakan keterampilan kepemimpinan serta advokasi mereka untuk mempromosikan perubahan yang sistemik dengan cara berkontribusi dalam aspek-aspek seperti dibawah ini,
a) pengembangan profesional: konselor sekolah terlibat secara rutin dalam memperbaharui dan membagi pengetahuan serta keterampilan profesional mereka melalui :
1)   Pelatihan in-servis : konselor sekolah menghadiri pelatihan in-servis sekolah untuk menjamin keterampilan mereka akan diperbaharui di bidang pengembangan kurikulum, teknologi dan analisis data. Mereka juga diberikan pengajaran in-servis yang ada dalam kurikulum bimbingan dan konseling sekolah serta bidang-bidang lainnya yang berkaitan dengan sekolah dan masyarakat.
2)   Keanggotaan asosiasi profesional : seiring dengan konsep dan orientasi bimbingan dan konseling sekolah yang terus berubah dan berkembang, konselor sekolah dapat meningkatkan  kompetensi mereka dengan cara mengikuti konferensi dan pertemuan-pertemuan  asosiasi profesional.
3)  Pendidikan pasca kelulusan: sejalan dengan penyelesaian rangkaian pekerjaan di sekolah, konselor sekolah hendaknya menambah wawasan dan kemampuan dengan mengikuti pendidikan lanjutan yang berkontribusi terhadap kualitas profesinya.
b)     Konsultasi, kolaborasi dan pembentukan kelompok: melalui konsultasi, pembentukan partner, kolaborasi dan pembentukan kelompok, konselor sekolah memberikan kontribusi penting bagi sistem sekolah.
1)  Konsultasi: konselor hendaknya berkonsultasi dengan guru, staf sekolah dan orangtua/wali siswa secara rutin dengan tujuan untuk memperoleh informasi, memberi dukungan pada komunitas sekolah dan untuk menerima umpan balik atas kebutuhan siswa.
2)   Pembentukan partner dengan staf, orangtua/wali serta masyarakat terkait: hal ini melibatkan orientasi staf, orangtua/wali, dunia bisnis dan industri, organisasi sosial serta anggota masyarakat dalam program konseling sekolah yang komprehensif melalui aktivitas seperti partnership, media lokal, surat kabar, dan presentasi.
3)   Pengembangan jaringan: aktivitas yang termasuk dalam area ini dirancang untuk membantu konselor agar mendapat pengetahuan tentang sumber daya dalam masyarakat, agen referral, situs-situs, kesempatan kerja dan informasi tentang bursa kerja lokal. hal ini bisa juga mencakup kunjungan konselor ke lembaga bisnis-bisnis lokal, industri dan agen atas dasar kebiasaan.
4   Badan penasehat : konselor sekolah aktif dalam pelayanan di badan-badan penasehat, komite masyarakat dan sebagainya dengan cara mendukung program-program lain di dalam sekolah dan masyarakat,  maka konselor sekolah akan mendapatkan dukungan bagi program bimbingan dan konseling sekolah.

c)      Manajeman dan operasi program: aktivitas ini mencakup perencanaan dan tugas-tugas manajemen yang dibutuhkan untuk mendukung aktivitas yang dilaksanakan dalam program bimbingan dan konseling sekolah mencakup juga tanggung jawab yang harus dipikul sebagai anggota staf sekolah.
1)    Aktivitas manajeman: meliputi pembiayaan, fasilitasi, kebijakan dan prosedur, serta penelitian dan pengembangan sumber daya.
2)  Analisis data: konselor menganalisis kaitan antara prestasi siswa dan program bimbingan dan konseling. Kegiatan ini berguna untuk mengevaluasi program bimbingan dan konseling, melakukan penelitian terhadap aktivitas yang dihasilkan serta menemukan jurang pemisah antara kelompok-kelompok siswa yang perlu diluruskan. Analisis data membantu pengembangan program bimbingan dan konseling sekolah beserta sumber-sumber di dalamnya.
3)   Pembagian tanggung jawab secara adil: sebagai anggota dalam sistem pendidikan, konselor sekolah harus menampilkan pembagian tanggung jawab secara adil.

1.    Program Evaluasi

Evaluasi program bimbingan dan konseling bukan merupakan kegiatan akhir. Artinya, kegiatan evaluasi merupakan suatu kegiatan yang berkesinambungan atau lebih tepat bila dikatakan siklus sebab tidak berhenti sampai terkumpulnya data atau informasi, tetapi data atau informasi itu digunakan sebagai dasar kebijakan atau keputusan dalam pengembangan program bimbingan dan konseling selanjutnya. Karena itu kegiatan evaluasi program bimbingan dan konseling hendaknya memperhatikan prosedur dan langkah-langkah serta metoda atau strategi yang harus digunakan.
Prosedur evaluasi, yaitu meliputi serangkaian kegiatan yang berurut sebagai berikut :
a.  Identifikasi tujuan yang akan dicapai
Melakukan identifikasi terhadap tujuan yang ingin dicapai sangat  penting karena memberikan arah pekerjaan yang akan dilaksanakan. Artinya selama melakukan evaluasi tetap mengacu pada tujuan yang telah ditetapkan. Langkah awal kegiatan evaluasi adalah menetapkan parameter atau batasan-batasan yang akan dievaluasi, dapat dipusatkan pada program bimbingan dan konseling secara keseluruhan atau pada tujuan khusus secara terpisah-pisah. Tujuan itu hendaknya jelas, singkat, operasional dan dapat diukur.

b.  Pengembangan rencana evaluasi
Pengembangan rencana evaluasi merupakan langkah lanjutan setelah menetapkan tujuan yang ingin dicapai. Komponen-komponen rencana evaluasi program bimbingan dan konseling yang perlu dikembangkan antara lain:
1)      data atau informasi yang dibutuhkan;
2)     alat pengumpulan data yang digunakan;
3)      sumber data atau informasi yang dapat dihubungi;
4)     personel pelaksanaan;
5)      waktu pelaksanaan;
6)       kriteria penilaian; dan
7)     bagaimana pelaporan dan pada siapa laporan itu disampaikan.

c.        Pelaksanaan Evaluasi
Setelah rencana itu disusun dan disetujui, pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling bergantung pada cara/metoda yang digunakan. Prinsip pelaksanaan evaluasi perlu memperhatikan faktor-faktor yang telah direncanakan sehingga terjadi berinteraksi antara faktor yang satu dengan lainnya dan dapat membantu pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.

d.      Pelaporan dan Pemanfaatan Hasil Evaluasi
Pelaporan dan pemanfaatan hasil evaluasi dianggap sangat penting sebab langkah ini merupakan bentuk konkrit sikap akuntabilitas atas program dan hasil kegiatan yang telah dilakukan seorang konselor beserta staf yang lainnya. Hasil kegiatan evaluasi yang baik adalah yang dapat memberikan sumbangan pertimbangan dalam membuat kebijakan dan keputusan selanjutnya. Program bimbingan dan konseling  itu diganti, diubah atau dikembangkan semata-mata berdasarkan hasil evaluasi. 

it's Me :)